Tokoh Agama Mulai Divaksin di Balai Kota Kediri

Tokoh Agama Mulai Divaksin di Balai Kota Kediri
Alfan Sugiyanto Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri 

KEDIRI -  Hari ini, giliran tokoh agama di Kota Kediri menerima vaksin dilaksanakan di ruang Kilisuci Balai Kota Kediri mendapat kunjungan dari Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar didampingi dr Fauzan Adima Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dan Alfan Sugiyanto Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri. Rabu (10/3/2021) pagi.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, bahwa tokoh agama mulai Maret sampai sekarang melakukan pelayanan terus, dan tokoh agama ini salah satu memiliki potensi tertular dan resiko sangat tinggi. "Jadi tokoh agama harus didahulukan. Seperti, LDII, Romo dan Suster, " ucap Mas. Abu.

Mas Abu menuturkan bahwa saat ini tokoh agama ini masih 10 persen dulu, nanti kalau ada vaksin datang lagi akan kita alokasikan kepada tokoh-tokoh yang lainnya juga.

"Hari Rabu depan akan melakukan vaksin kepada RT/RW yang akan dilakukan di Puskesmas, karena PPKM mikro ada di tiap RT/RW itu juga dilakukan vaksin juga, " ucap Mas Abu.

Alfan Sugiyanto Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri mengatakan, untuk pencanangan vaksinasi lansia diawali  sebanyak 10 lansia di Kota Kediri, nanti sasaran tahap pertama sebanyak 900 lansia bisa dilakukan di seluruh Puskesmas.

"Sedangkan, untuk tokoh agama hari ini yang divaksin sebanyak 135 tokoh agama, mulai dari FKUB, MUI, PD Muhammadiyah, LDII, Pondok Kedung Loh, Konghuchu, Budha, Hindu, Bamak dan Badan Musyawarah Gereja di Kota Kediri, " ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa sebanyak 10 lansia yang divaksin hari ini hanya sebagai  perwakilan untuk menandai bahwa vaksin untuk lansia sudah dimulai. Kami memberikan vaksin kepada lansia ini untuk memberikan edukasi kepada lansia bahwa vaksin aman untuk lansia.

"Jadi untuk vaksin tahap kedua usia dibawah 60 tahun jaraknya minimal 14 hari kalau mundur boleh kalau maju tidak boleh. Tapi kalau lansia minimal jaraknya 28 hari karena sesuai petunjuk dosisnya dan pembentukan antibodi berbeda dengan usia dibawah 60 tahun, " ungkap Alfan. (prijo)

KEDIRI
prijo atmodjo

prijo atmodjo

Previous Article

Walikota Kediri Serahkan SK 55 P3K Formasi...

Next Article

Warga Desa Kambingan Keluhkan Bau Menyengat...

Related Posts

Peringkat

Profle

Muh. Ahkam Jayadi verified

Nanang suryana saputra

Nanang suryana saputra verified

Postingan Bulan ini: 85

Postingan Tahun ini: 131

Registered: Apr 23, 2021

Agung widodo

Agung widodo

Postingan Bulan ini: 60

Postingan Tahun ini: 60

Registered: Aug 24, 2021

Rikky Fermana

Rikky Fermana

Postingan Bulan ini: 58

Postingan Tahun ini: 221

Registered: May 8, 2021

siswandi

siswandi

Postingan Bulan ini: 43

Postingan Tahun ini: 111

Registered: Jul 31, 2021

Profle

Muh. Ahkam Jayadi verified

Hadiri Panen Raya Kacang Tanah, Hasnah Syam Puji Etos Kerja Masyarakat Tanete Riaja
Terpantau Warga Ada Napi Lapas Bukit Semut Sungailiat Bebas Berkeliaran
BEM Babel Tantang Bupati Bangka, Ini Jawaban Mulkan 
Hasnah Syam Groundbreaking Pembangunan Workshop BLK Komunitas di Ponpes Darunnaiem Soppeng

Follow Us

Recommended Posts

Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Jember, Gelar Operasi Yustisi Gabungan Disiplin Prokes
Koramil 0824/05 Sumberjambe Bersama Unsur Terkait, Tetap Perketat Pengawasan Prokes Masyarakat
Satgas TMMD Kerjakan Pondasi Rumah Sulastri 
Giliran Satgas TMMD KE 112 Sasar Rumah Agus Warga Tulungrejo
Jalan Beton Karya Satgas TMMD 112 Sudah Mulai Nampak